Beli laptop bekas itu cara paling hemat buat dapat perangkat dengan spesifikasi tinggi tanpa harus keluar budget sebesar beli baru. Tapi risikonya juga ada — dari baterai boros sampai komponen yang udah pernah diganti tanpa sepengetahuan pembeli. Berikut 5 hal yang wajib kamu cek sebelum deal.
1. Cek Kondisi Fisik Secara Menyeluruh
Perhatikan bodi laptop dari semua sisi. Cari tanda bekas jatuh, retak di engsel layar, atau baut yang hilang/beda warna (tanda pernah dibongkar). Engsel yang longgar biasanya jadi masalah paling sering muncul di laptop bekas.
2. Tes Baterai dan Estimasi Cycle Count
Baterai adalah komponen yang paling cepat aus. Nyalakan laptop tanpa charger dan lihat berapa lama bertahan. Kalau ada aplikasi bawaan pabrik (misalnya di laptop tertentu ada indikator battery health), cek juga persentase kesehatan baterainya.
3. Cek Performa Layar dan Keyboard
- Buka gambar putih polos buat cek dead pixel atau perubahan warna di layar
- Tekan semua tombol keyboard satu-satu, pastikan gak ada yang macet/dobel
- Cek touchpad, pastikan responsif dan gak ada bagian yang "mati"
4. Jalankan Stress Test Singkat
Buka beberapa aplikasi berat sekaligus atau putar video selama 15-20 menit, perhatikan apakah laptop cepat panas berlebihan atau kipas berisik banget. Ini indikasi thermal paste yang perlu diganti atau kipas yang mulai aus.
5. Pastikan Ada Garansi dari Penjual
Ini yang sering dilewatkan pembeli. Beli dari penjual/toko yang kasih garansi minimal beberapa hari sampai 1 minggu, biar kalau ada masalah tersembunyi yang baru ketahuan setelah dipakai, kamu masih bisa komplain atau tukar unit.
Cari laptop bekas yang udah dicek kondisinya dan bergaransi?
Chat WhatsApp Kami